'Gedung Hijau' Semakin Dicari dan Diminati

Jumat, 11 November 2011 | 19:47:09 WIB
Gedung Hijau Semakin Dicari dan Diminati

Hasil penelitian awal menunjukkan, sebanyak 75% penyewa tetap merasa puas setelah pengelola gedung merenovasi gedung mereka menganut prinsip ramah lingkungan  

Penelitian terbaru menunjukkan, bangunan hijau mampu mengurangi biaya tinggal, biaya pengelolaan jangka panjang, meningkatkan kesehatan penghuni dan produktifitas pekerja.

Penelitian oleh oleh CoStar Group, CB Richard Ellis, McGraw Hill Construction dan pengembang komersial besar lain ini mengungkap aspirasi dan pengalaman pengguna serta pemilik gedung terkait dengan isu-isu kualitas udara, bahan bangunan, kualitas air, efisiensi energi serta biaya dan manfaat dari penerapan praktik ramah lingkungan.

“Gedung yang ramah lingkungan membuat penghuni betah dan nyaman. Permintaan atas gedung ramah lingkungan juga tinggi, karena produktifitas dan kenyamanan penghuni meningkat saat mereka tinggal di dalamnya,” ujar Norm Miller, wakil direktur dan analis CoStar Group.

Menurut penelitian CB Richard Ellis, University of San Diego dan McGraw Hill Construction, gedung-gedung ramah lingkungan (sustainable buildings) memiliki tingkat imbal investasi 4% lebih tinggi. Nilai bangunan juga naik 5% bila pengembang menerapkan prinsip hijau.

Menurut survei itu, meski pada praktiknya beragam, sebanyak 80% pengembang kini telah menerapkan setidaknya satu strategi ramah lingkungan dalam mengelola dan membangun gedung mereka. Banyak perusahaan besar yang meyakini bahwa tinggal di gedung yang memiliki sertifikasi ramah lingkungan akan meningkatkan citra perusahaan dan membuat pekerja mereka nyaman.

Hasil penelitian awal menunjukkan, sebanyak 75% penyewa tetap merasa puas setelah pengelola gedung merenovasi gedung mereka menganut prinsip ramah lingkungan. Sekitar 95% pengelola gedung melaporkan bahwa penyewa merasa sangat senang setelah renovasi hijau mereka selesai dengan 16% penghuni melaporkan peningkatan produktifitas.

Faktor pemandangan dan pencahayaan pada siang hari, akses ke fasilitas transportasi publik dan kualitas udara dalam ruang menjadi nilai tambah gedung hijau yang menjadi dambaan para penyewa.

Survei ini juga menunjukkan, pasar bagi gedung ramah lingkungan baru maupun hasil renovasi meningkat secara signifikan. Tahun lalu (2010) sebanyak 35% gedung baru di Amerika telah dibangun dengan prinsip hijau atau ramah lingkungan. Efisiensi energi ternyata bisa menjadi bisnis yang menguntungkan.

Beberapa tips di atas didapatkan dari: hijauku.com

Share on:

Komentar

tesa
solok
Selasa
05 Juni 2012 | 21:47:00 WIB
assl... pak kapan bank sampah nya akan aktif?? buat kota solok?? 
Koran Nasional
Jimbaran
Rabu
02 Januari 2013 | 14:31:00 WIB
Kota-kota besar di Indonesia juga perlu mengikuti konsep seperti ini.  

Kirim Komentar

Nama Lengkap
Alamat/Kota
E-mail
URL Website/Blog
Komentar